Aqidah Ruh Perjuangan Kita
Bukanlah sesuatu yang diragukan oleh setiap orang yang berakal bahwa berdirinya sebuah bangunan dengan kokoh tanpa fondasi merupakan perkara yang mustahil. Demikian pula agama ini, betapa sulit menemukan -atau bahkan tidak ada- sosok seorang muslim yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Islam dan menunaikan berbagai aturannya dengan konsisten kecuali mereka adalah sosok orang-orang yang beraqidah yang lurus.
Yang kita bicarakan bukanlah sekedar semangat tanpa ilmu ataupun gerakan yang tidak dilandasi oleh pertimbangan-pertimbangan yang matang. Namun yang sedang kita perbincangkan saat ini -di tengah situasi yang penuh dengan terpaan syubhat dan syahwat di atmosfer kehidupan kaum muslimin di berbagai belahan dunia- adalah kemunculan para pemuda yang membangun segala aktivitasnya di atas pedoman-pedoman agama yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman salafush shalih. Orang-orang yang meyakini bahwa setiap ucapan yang terlontar dari lisan mereka akan dicatat. Orang-orang yang meyakini bahwa setiap gerak-geriknya selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Raja Yang Menguasai Kerajaan langit dan bumi. Orang-orang yang melandasi langkah-langkahnya dengan niat ikhlas dan mengikuti ajaran Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ta’liful Qulub
“Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)
Inilah karakter ruh dan jiwa manusia, ia adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan.
Dakwah yang Murni
.
Ada suatu kisah/peristiwa pada saat Baginda Rasululloh berdakwah di Mekah yang patut kita jadikan rujukan bersikap
kedatngan Islam kian lama kian membuat kaum kafir, khususnya dari Bangsa Qurays, benar2 marah, kaum Qurays lalu mendatangi Abu Thalib yang Di ketahui selama ini menjadi pelindung Nabi saat meyebarkan ajarn2 Islam.mereka minta agar Abu Thalib tak lagi melindungi Muhammd dalam menyebarkan ajaran2 Islam.mereka minta agar Abu Thalib tak lagi melindungi Muhammd dalm menyebarkn Islam. tekanan yang di terima Abu Thalib membuat paman Nabi menemui Rasulullah dan memintnya untuk sedikit bersikap halus kepada meerka.Namun Rasul menolaknya degan mengatakan,"Seandnay matahari ada d tagan kanan saya dan bulan di tagnn kiri,sunggh saya tidak akan bersikap sepert itu.
Ayah! kenapa engkau tidak pergi berjihad?
Seorang anak perempuan yang masih kecil berumur sekitar tujuh tahun datang kepada bapaknya, dia menanyakan suatu pertanyaan: “Wahai ayah kenapa engkau tidak pergi berjihad?” Ayah anak perempuan kecil ini terheran dengan pertanyaan itu, dan ia ingin mengujinya, maka dia bertanya: “Nak! Jika aku pergi untuk berjihad, bisa jadi ayah nanti akan terbunuh, dan kamu nanti jadinya tidak punya bapak seperti anak-anak lainnya”. Maka mujahidah kecil itu menjawab: “Jika engkau terbunuh maka itu yang utama, karena engkau akan menjadi seorang syuhada' dan masuk jannah dan kita akan masuk jannah bersama-sama”.