Janji/Beat
“Barang siapa yang memenuhi janjinya, maka  Allah akan memberikan balasan yang besar “ (QS. Al Fath [48]: 10)
Ajaran islam tidak mengizinkan para pemeluknya untuk mengingkari janji yang pernah disepakati atau dibuat sebelumnya.

Sebaliknya islam sangat  menganjurkan ummatnya untuk senantiasa menepati janji, karena islam sangat menjunjung tinggi akhlak tersebut. Banyak akibat yang timbul akibat tidak menepati janji, antara lain dia akan rugi sendiri. Hal ini dikatakan Allah SWT dalam firman-Nya ; “(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka)  untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi” (QS. Al Baqarah : 27).
Allah menjelaskan dalam ayat tersebut, bahwa diantara kerugian yang diakibatkan oleh tidak menepati janji, adalah orang tersebut akan kehilangan kepercayaan atau tidak menjaga  amanahnya. Padahal saling percaya merupakan unsur terpenting dalam kehidupan di dunia ini.  Tanpa kepercayaan maka suatu negara akan hancur, karena terjadi krisisi kepercayaan maka terjadilah kerusuhan dimana-mana. Begitu  besarnya dampak dari melanggar janji, islam menekankan agar jangan sampai melanggar janji-janji yang dibuatnya, meskipun janji terhadap anaknya atau orang terdekatnya. Bahkan Rasulullah SAW menggolongkan sikap  melanggar janji termasuk salah satu ciri orang munafik. Sabda Beliau SAW : “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berbohong, jika berjanji dia melanggarnya, dan jika diberi amanah dia menghianatinya” (HR. Bukhari- Muslim)
Ali r.a pernah berkata, yang dikutip dalam kitab Ghurar Al Hikam, “Yang terburuk diantara pengkhianatan adalah mengkhianati sahabat dekatnya, mengkhianati kepercayaan dan melanggar janji”. Begitu pentingnya menepati janji, hingga Allah SWT sangat menekankan untuk memenuhi janji yang telah dibuatnya, bahkan orang yang senantiasa memenuhi janjinya akan mendapatkan balasan yang setimpal. Firman Allah SWT : “Dan penuhilah janji kepada Allah jika kalian membuat janji dan janganlah kalian rusak sumpahnya setelah peneguhannya” (QS. An Nahl : 91)
Pemenuhan janji ini selalu beriringan dengan sifat amanah. Suatu masyarakat dianggap bahagia dan sentosa apabila hubungan diantara para anggotanya berdasarkan saling percaya. Dengan kata lain, jika manusia sering melanggar batas-batas janji dan kewajibannya, serta tidak peduli dengan hak orang lain, maka mereka akan turun ke lembah kerusakan dan kehancuran. Wallahu a`lam bish shawab.
0 Responses